Tuesday, July 11, 2017

Review: Kamen Rider Amazons Season 2 (2017)



Note: serial ini ditujukan untuk usia 17 tahun keatas dan bukan untuk anak-anak.

Agak jarang nampaknya Toei membuat sebuah sekuel untuk seri Kamen Rider, ya jarang. Namun kesuksesan Kamen Rider Amazons di tahun 2016 membuat Toei dan Amazon Prime percaya diri untuk kembali melanjutkan kisahnya dengan Yasuko Kobayashi melanjutkan perannya sebagi penulis cerita di Season 2. 



Adalah hal yang mengagetkan di mana Amazons Season 2 memutuskan memberikan time skip 5 tahun pasca kejadian Project Tlaloc. Uniknya adalah POV yang diubah di mana ada dua karakter baru dan 1 karakter pendukung utama yaitu Chihiro, Iyu dan Kurosaki yang terlihat dominan di season 2. Saya sempat kebingungan karena awal episode nya justru tidak terlihat sebagai sebuah kelanjutan. Pelan namun pasti, Kobayashi kembali menghadirkan karakter dari season 1 sehingga semakin jelas bahwa memang ini adalah bagian berikutnya dari karakter mereka. Kegilaan dari musim kedua Amazons adalah kesadisan yang cukup brutal dan eksplisit. Memang hal ini sudah umum bagi genre gore namun sadisme di sini menekankan ke arah psikologis, bukan secara visual semata. 




Ledakan dahsyat dari season ini adalah di episode 8, di mana episode ini merupakan titik apa yang sebenarnya terjadi dalam kejadian lima tahun pasca Tlaloc. Di sinilah Kobayashi kemudian memainkan kartu As nya, menghajar keputus asaan dan kepahitan dari Amazons. Pada musim sebelumnya, pendekatannya lebih ke perburuan dan tensi yang cepat. Namun seperti yang saya sebutkan di atas, Kobayashi mengubah temanya menjadi imbas yang amat menyakitkan. Semua ini pun terjawab di episode akhirnya di mana Kobayashi tidak bermain di pesan moral, namun menanyakan apa itu 'manusia'. Dampak episode 13 ini bagi saya pun sangat dahsyat, di mana endingnya justru menghajar nurani dan kemanusiaan itu sendiri.




Hampir seluruh cast memberikan penampilan yang apik. Namun kemajuan tetap dihadirkan di karakter Mizuki dan Haruka. Sebelumnya mereka terlihat muda dan naif, di musim ini kedewasaan mereka diuji di mana Rena Takeda dan Tom Fujita menghadirkan chemistry yang apik. You Maejima dan Ayana Shiramoto juga memberikan impresi yang cemerlang sebagai Chihiro dan Iyu di mana saya merasa simpatik oleh kedua karakter ini. Begitu pun Masashi Tanaguchi dan Aya Higashi yang semakin memikat sebagai Jin dan Nanaha di mana kepedihan dan 'dosa' yang ada dalam karakter mereka juga terpancar dengan jelas. Namun jelas yang harus amat dipuji adalah Kouta Miura yang berhasil memerankan Kurosaki. Keabsolutan dan tanpa pandang bulunya diperlihatkan dengan lugas oleh Miura. 




Bicara soal aksi, Amazons Season 2 mengalami peningkatan walaupun tidak seintens season 1. Akan tetapi, tempo cepat yang dimainkan dalam 5 episode akhirnya terlihat memorable dengan banyak aksi yang lebih mengedepankan dampak psikologisnya. Bahkan saya amat menyukai banyak momen henshin-nya, terutama Haruka di mana saya selalu menyukai pose henshin-nya itu. Lebih-lebih di episode 13, adegan henshin akhirnya itu justru menyakitkan. Tidak lupa, scoring musik di Season 2 juga amat pas dan "Die Set Down" yang dinyanyikan oleh Taro Kobayashi. sangat sesuai dengan temanya. Akan tetapi, Amazons Season 2 memberikan kejutan dengan sebuah Ending Song dari Saeko Suzuki dengan lagunya berjudul "Yagate Hoshi ga Furu". Lagu ini sebenarnya sudah 'dinyanyikan' oleh beberapa karakter di serialnya, namun lagu yang dibawakan oleh Suzuki ini justru penutup yang memang sempurna untuk Season 2 dari Amazons


Akhir kata, Kamen Rider Amazons Season 2 memberikan sebuah pandangan bahwa di sini bukanlah pahlawan-musuh, baik-jahat. Justru di musim ini Kobayashi menghajar paradigma itu dengan apa sebenarnya yang diperjuangkan oleh mereka, apakah arti dari manusia dan humanisme itu sendiri. Sebuah kelanjutan yang amat memuaskan saya, Kamen Rider Amazons Season 2 merupakan salah satu kisah yang menamparkan sebuah kehidupan itu sendiri. Terima kasih kepada jajaran pemeran dan kru dari Amazons Season 2, juga Yasuko Kobayashi yang memberikan sebuah 'ironisme hidup' dari serialnya ini. 



......Yagate Hoshi ga Furu... Hoshi ga.. Furu.. Koro... Kokoro tokimeite.. tokimeite.. kuru..

4 comments:

  1. jatah tokusatsu penghilang dahaga setelah 2 tahun terakhir.
    the best musim ini buat S2 nya. ( >.<)/

    ReplyDelete
  2. tapi di endingnya kaya ada bau" s3 .-. kira" serialnya bakal masih di lanjutin kaga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naga-naganya bakalan ada kelanjutan, entah musim lainnya atau spin off atau film special. Ditunggu saja dulu

      Delete
  3. Chihiro dan Iyu, kasian juga ngeliat mereka berdua, yang satu diburu dan satu lagi dibunuh sama ayahnya sendiri. Belum si Jin mau ga mau bunuh si Nanaha. Haruka lebih dewasa dibanding sebelumnya. di antara karakter cwe paling suka liat Iyu..

    ReplyDelete