Saturday, March 2, 2013

Review: Little Miss Sunshine (2006)

Director: Jonathan Dayton and Valerie Faris
Writer: Michael Ardnt

Cast: Greg Kinnear, Steve Carell, Toni Collette, Paul Dano, Abigail Breslin and Alan Arkin.

Genre: Family, Comedy, Drama.




Keluarga itu ada yang bahagia dan tidak bahagia. Hal ini memang realita yang ada tentunya. Film yang menceritakan keluarga tidak bahagia ini diusung oleh sutradara Jonathan Dayton dan Valerie Faris yang mengangkat kisah yang ditulis oleh Michael Ardnt: Little Miss Sunshine. Film ini pun mendapat penghargaan Oscar yang menang pada kategori Best Adapted Screenplay dan Best Supporting Actor untuk Alan Arkin.

Keluarga satu ini benar2 porak-porandak. Ada seorang suami yaitu Richard Hoover, seorang motivator mengenai 9 langkah yang menapaki karir. Istrinya Sheryl yang pekerja berat sementara saudaranya sendiri Frank baru melewati masa rehabilitasi akibat tindakan gila Frank. Mereka punya dua anak, yaitu Dwayne yang melakukan 'diam seribu bahasa' demi kelancarannya masuk ke sekolah penerbangan dan Olive yang bongsor itu ingin mengikuti perlombaan ratu kecantikan di California. Tidak kalah gilanya si kakek, Edwin seorang veteran yang hobi menghisap heroin dan berucap seenak udelnya sendiri. Keadaan sangat kacau balau dimana keluarga mereka yang lumayan kesulitan keuangan sementara Richard berharap untuk mendapat kesempatan menerbitkan buku motivatornya. Sheryl yang mendapat kabar putrinya itu lolos untuk berpartisipasi di perlombaan tersebut juga malah memusingkan suaminya. Keputusan berat diambil, mereka harus menaiki vw combi demi penghematan. Dalam perjalanan mereka, berbagai macam problema dan ujian harus mereka hadapi yang akan merubah hidup mereka.


Dihajar dengan masalah dari awal namun dengan fondasi cerita dan alur yang begitu membuat Little Miss Sunshine sempat saya kira akan membosankan. Namun saya salah duga ketika memasuki acara makan malam mereka, film ini menghadirkan komedi yang tidak biasa yang satir *bahkan meledek suatu elemen gaya bahasa* juga memberikan dampak kekeluargaan yang nyeleneh. Dari awal hingga pertengahan, film ini menapak pelan namun ketika menjelang klimaksnya sendiri gaya penceritaannya bikin saya terperangah oleh perjuangan keluarga ini. Selain itu, ceritanya juga meledek dengan sukses perlombaan kecantikan baik di Amerika atau di negara manapun.



Dengan karakter segambreng, Little Miss Sunshine memukul rata porsi tiap pemain. Gregg Kinnear tampil meyakinkan sebagai Richard seorang pria yang stress oleh pekerjaannya lalu Tonni Colleete sebagai istrinya juga apik sebagai istri yang tidak kalah stressnya. Steve Carrell yang biasanya berkomedi ria disini agak mengerem kebiasaannya namun dengan cara yang berbeda. Ekspresi depresi nya pas. Abigail Breslin (masih kecil-kecil imut dimasa itu) juga bikin gemas lewat perannya sebagai Olive yang agak minderan karena kegemukannya namun akhirnya tetap pede. Paul Dano disini termasuk yang cemerlang lewat perannya sebagai seorang pria yang harus tahan tidak berbicara di film ini namun ekspresinya menunjukkan karakter yang absolut. Disinilah dia bintangnya, Alan Arkin sebagai Edwin yang gilanya minta ampun namun sangat perhatian dengan cucu perempuannya ketimbang anaknya sendiri. Arkin sukses menghipnotis saya dengan setiap adegan yang ia tampilkan.


Ini merupakan karya film pertama Jonathan Dayton dan Valerie Faris dan saya akui, karyanya bagus sekali. Setiap naskah dari Ardnt sendiri mereka terjemahkan dengan baik sekali. Wajar saja apabila naskah ini begitu ingin dimiliki oleh Fox Searchlight. Tentunya mereka tidak salah pilih. Dayton dan juga Faris sukses mengarahkan aktor2 untuk lebih menyatu dalam chemistrynya sebagai sebuah keluarga. Kekuatan plotnya pun membuat film ini digdaya. Sinematografi yang ciamik dari Tim Shurstedt sangat membantu tiap tiap gambar yang indah di film ini. Kekuatan lainnya ada pada sektor musik yang juga dijalankan dengan baik oleh Michael Danna dan DeVotchka. Sangat asyik mengiringi film ini hingga klimaks yang paten.

Tidak salah bila banyak orang yang memilikih film ini sebagai salah satu film terbaik, saya salah satunya yang setuju. Menjadi refleksi dan ilham bagi keluarga maupun calon keluarga yang bermasalah maupun tidak. Hadapi masalah itu dengan apapun kemampuan kita, inilah pesan dari Little Miss Sunshine. Overall, saya sangat merekomendasikan film ini. Wonderful.
Little Miss Sunshine Score: 4,5/5

1 comment:

  1. nice article, lagi belajar nulis juga semoga bisa kaya sampean hehe http://leonardfresly.blogspot.com/

    ReplyDelete