Saturday, July 1, 2017

Review: Kamen Rider Heisei Generations: Dr. Pac-Man vs. Ex-Aid & Ghost with Legend Rider



Film ketujuh dari Movie Taisen yang dimulai dari tahun 2009 lewat Movie Taisen 2010 (2009) ini menjadi bagian yang spesial. Sebagai salah satu bagian perayaan 45 tahun Kamen Rider, Kamen Rider Heisei Generations: Dr. Pac-Man vs. Ex-Aid & Ghost with Legendary Rider digarap oleh sutradara Koichi Sakamoto dengan Yuya Takanashi (penulis serial Kamen Rider Ex-Aid) yang mengerjakan naskah kisahnya. Tidak hanya Ghost dan Ex-Aid saja, namun Heisei Generation juga menghadirkan kembali tiga kamen rider sebelumnya di era Heisei Phase 2. Tentu saja menjadi nilai plus bagi fans terdahulunya yang bisa kembali melihat karakter kamen rider favorit mereka.



Seperti halnya Movie Taisen Genesis, kisah dari filmnya sendiri sudah menyatu dan tidak terbagi beberapa bagian lagi. Namun demikian, sayangnya perubahan ini tidak memberikan efek signifikan banyak. Ceritanya bahkan terbilang biasa saja, meskipun terhubung ke baik Ex-Aid dan setelah serial Ghost. Musuhnya pun terbilang tidak mengintimidasi sama sekali, dan ya terlupakan begitu saja di mana padahal memasang unsur Pacman yang tidak menolong. Akan tetapi, ada sedikit homage dari kamen rider terdahulu yang fans mungkin akan menyadarinya.

Cast dari Ex-Aid hanya supporting chara saja yang bagus itupun tidak mendapat spot banyak, untungnya Ruka Matsuda (Poppy/Pipopap) dan Hayato Onozuka (Kujyo Kiriya/Kamen Rider Lazer) memberikan impresi yang bagus. Cast Ghost sudah membaik ketimbang di serialnya walaupun memang tidak sebegitu wah nya. Shunya Shiraishi yang kembali sebagai Haruto agak beda karakternya di sini malahan saya agak pangling melihatnya. Namun jelas di sini yang menjadi bintang utama justru Ryoma Takeuchi yang melanjutkan perannya sebagai Tomari Shinnosuke. Kehadirannya di sini terasa menyegarkan di tengah oase filmnya yang hambar ini.


Jualan utama dan ciri khas dari Koichi Sakamoto adalah aksi dan aksi. Sayangnya di sini penyutradaraannya mengalami penurunan ketimbang Megamax dan A to Z Unmei no Gaia Memory. Sutradara yang juga jebolan dari produksi Power Rangers ini seakan sulit mengarahkan ceritanya yang ditulis oleh Yuya Takanashi. Yuya pun nampaknya tidak menghadirkan cerita yang menarik dan bahkan terlupakan begitu saja. Oh ya, di sini komposisi musiknya memang kacau. Malahan menutup suara baik efek belt dan juga tidak terlalu sinkron dengan scene nya.


Akhir kata, Kamen Rider Heisei Generations: Dr. Pac-Man vs. Ex-Aid & Ghost with Legendary Rider merupakan film yang sayangnya terlalu menjual aksi dan ceritanya kurang tergali dengan baik. Namun demikian, hadirnya cast lamanya sedikit mengurangi  kekurangan filmnya dan tentunya bagian dari perayaan 45 tahun Kamen Rider ini justru hasil akhirnya kurang baik. Namun bagi yang menantikan film aksi khas Sakamoto mungkin akan tetap bisa menikmatinya walaupun bagi saya sendiri, film garapannya ini justru merupakan penurunan dari karyanya.

No comments:

Post a Comment